- June 30th, 2008
- Posted in Life
- 5 Comments »
Throw ‘em up and let something shine
*Cerita ini berlangsung saat saya baru menjadi pengungsi keren di tempat tinggal temen saya. Jadi masi seger-segernya menikmati kehidupan pengungsi. Nama-nama tokoh/karakter dalam cerita ini adalah nama samaran*
Selama masa pengungsian, semua komunikasi dengan temen-temen saya dilakukan melalui medium SMS atau kadang telpon dikarenakan selama menjadi pengungsi itu kehadiran saya di dunia virtual menjadi terbatas. Terus terang terasa berat buat saya yang hampir setiap saat harus terhubung ke internet.
Kemudian setelah saya diterima kerja, intensitas kehadiran saya secara online pun menjadi lebih sering dan komunikasi berjalan jauh lebih lancar, baik dengan temen ataupun dengan klien, walopun masi secara sembunyi-sembunyi. Kegiatan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan dianggap tabu disini (setidaknya di tempat saya bekerja). Apalagi ceting. Bisa ditampar-tamparin :d.



